Cari Dokter:

(0741) 3620 888


WhatsApp 0811 7813 888

Emergency Call

Panggilan Darurat
(0741) 3620 118

Artikel | Oct 24, 2026

Bahaya Keracunan Makanan Pada Anak

Ayah Bunda, keracunan makanan pada anak tidak boleh dianggap sepele loh, karena dampaknya bisa sangat berbahaya, mulai dari muntah, diare, gangguan saraf, kerusakan ginjal, bahkan mengancam nyawa bila tidak segera ditangani. 

Secara medis, sistem kekebalan tubuh anak masih dalam tahap perkembangan khususnya sel darah putih (leukosit) dan antibodi yang berperan melawan infeksi, sehingga tubuh mereka lebih mudah bereaksi terhadap makanan yang terkontaminasi bakteri dan racun.

Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk lebih teliti agar terhindar dari risiko yang bisa berakibat fatal, terutama di era makanan cepat saji dan jajanan sekolah yang beragam dengan warna mencolok atau beraroma kuat tanpa tahu apakah bahan yang digunakan aman.

Gejala Keracunan Makanan Pada Anak

Biasanya, saat anak mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi, butuh waktu sekitar 30 menit hingga 2 hari untuk gejalanya muncul. Berikut beberapa gejalanya yang sering dialami anak: 

  1. Mual & muntah
  2. Diare, demam & lemas
  3. Sakit perut & sakit kepala
  4. Pada kondisi parah : Muntah hijau, BAB berdarah, perut buncit, mulut kering, mata cekung, tidak keluar air mata saat menangis

Dampak Keracunan Jangka Panjang 

Jika anak keracunan makanan dan diabaikan dalam jangka panjang dapat membahayakan kondisi anak, sehingga memicu: 

  1. Gangguan Pencernaan Kronis
    Akibat rusaknya lapisan mukosa usus dan mengganggu keseimbangan bakteri baik di saluran cerna anak, sehingga anak kekurangan nutrisi dan mengganggu pertumbuhannya.
  2. Gangguan Neurologis (Saraf)
    Disebabkan oleh bakteri Campylobacter jejuni pada daging ayam mentah memicu gangguan autoimun yang menyerang sistem saraf, sehingga anak bisa mengalami kelemahan otot.
  3. Gangguan Ginjal 
    Beberapa bakteri seperti Escherichia coli bisa merusak dan menyumbat pembuluh darah di ginjal, sehingga anak jarang buang air kecil, tubuh bengkak dan tekanan darah meningkat.
  4. Meningitis
    Disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes yang terdapat pada makanan olahan seperti daging siap saji. Infeksi ini bisa menembus darah otak dan sebabkan penurunan kesadaran.

Tips Mencegah Keracunan Makanan di Rumah

  1. Mencuci sayuran & buah 
    Cuci sayuran dan buah di bawah air mengalir tanpa sabun selama minimal 30 detik
  2. Pisah talenan & pisau untuk daging 
    Agar bakteri seperti Salmonella atau Escherichia coli tidak berpindah ke makanan yang lain.
  3. Cara menyimpan makanan di kulkas
    Pastikan menyimpan bahan makanan dalam kondisi tertutup. Pisahkan bahan makanan mentah seperti daging, serta ikan.
  4. Jangan simpan bahan mentah terlalu lama
    Hal ini dikarenakan bakteri tetap bisa berkembang dan kualitas makanan menurun.
  5. Pastikan makanan matang sempurna
    Terutama pada daging ayam, ikan dan telur karena bakteri masih bisa bertahan jika setengah matang.

Keracunan makanan pada anak bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Selain menimbulkan gejala akut seperti muntah dan diare, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius.

Dengan perhatian dan pengawasan yang konsisten, Ayah Bunda dapat mencegah risiko fatal dan memastikan anak tumbuh sehat serta aman dari bahaya keracunan makanan.

Jika Anda ingin melakukan konsultasi seputar Kesehatan Anak di RS Rapha Theresia Jambi, silakan hubungi Customer Service kami di (0741) 3620 888 atau melalui WhatsApp di (0811) 7813 888 untuk pendaftaran dan informasi selengkapnya. 


Punya pertanyaan seputar Layanan dan Fasilitas RS Rapha Theresia Jambi? Yuk tinggalkan pesan di kolom komentar untuk ditanggapi tim dokter kami!


Berita Lainnya

Tentang Kami

Solusi kesehatan masyarakat Jambi yang memprioritaskan keselamatan pasien melalui pelayanan EMPATIK dan berkualitas tinggi

Lebih Lanjut
="WhatsApp"