Cari Dokter:

(0741) 3620 888


WhatsApp 0811 7813 888

Emergency Call

Panggilan Darurat
(0741) 3620 118

Artikel | Jan 24, 2026

Luka Yang Tak Terlihat : Dampak Pertengkaran Orang Tua Pada Mental Anak

Pertengkaran dalam rumah tangga sering dianggap sebagai bagian dari dinamika kehidupan keluarga yang wajar. Setiap pasangan pasti pernah mengalami perbedaan pendapat, dan konflik sesekali memang tidak bisa dihindari. Namun, ketika pertengkaran terjadi di depan anak, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada yang disadari.

Ketika konflik berlangsung dengan penuh amarah atau berlarut-larut, anak bisa merasa kehilangan rasa aman yang seharusnya mereka dapatkan di rumah. Rasa takut, cemas, hingga kebingungan sering muncul, meninggalkan jejak mendalam pada kondisi psikologis mereka.

Maka dari itu, penting bagi keluarga untuk menyadari bahwa komunikasi yang sehat dan penuh empati bukan hanya bermanfaat bagi pasangan, tetapi juga menjadi benteng perlindungan bagi mental anak. Dengan membangun pola komunikasi yang lebih tenang, saling menghargai, dan penuh kasih, orang tua dapat menciptakan lingkungan rumah yang aman, sehingga anak tumbuh dengan kondisi emosional yang kuat dan positif.

Dampak Psikologis pada Anak

Penting untuk memahami bagaimana kondisi tersebut dapat mempengaruhi sisi psikologis anak. Bukan sekedar perilaku sehari-hari, tapi juga cara mereka melihat diri sendiri, orang lain, dan dunia sekitarnya. Berikut beberapa dampak psikologis yang terjadi pada anak:

  1. Rasa Cemas dan Takut
    Ketika anak menyaksikan pertengkaran orang tua, dunia yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi mereka berubah menjadi ketidakpastian.
  2. Muncul Rasa Bersalah
    Pertengkaran orang tua seringkali membuat anak berada di situasi yang tidak bisa mereka kendalikan, karena belum matang secara emosional anak sering menyalahkan diri sendiri.
  3. Kesulitan Mengatur Emosi
    Saat terlalu sering melihat orang tua bertengkar, anak belajar bahwa cara mengekspresikan emosi adalah dengan berteriak, marah atau bahkan menyakiti orang lain.
  4. Gangguan Tidur dan Konsentrasi
    Pertengkaran orang tua yang berlangsung dengan intensitas tinggi dapat mengganggu rasa aman anak, sehingga berdampak pada pola tidur dan kemampuan untuk berkonsentrasi.

Peran Orang Tua dalam Melindungi Mental Anak

Peran orang tua memang sangat krusial, lebih dari sekedar pengasuh, orang tua adalah pondasi utama bagi kesehatan mental anak, maka dari itu penting untuk bersikap seperti: 

  1. Mengendalikan Emosi di Depan Anak
    Ketika orang tua mampu menahan amarah, berbicara tenang dan menyelesaikan konflik tanpa teriakan atau kekerasan, anak akan mencontoh pola komunikasi yang sehat.
  2. Memberikan Rasa Aman
    Disaat orang tua mampu menciptakan lingkungan yang stabil dan penuh kasih, anak akan merasa terlindungi, sehingga mereka yakin bahwa dicintai dan tidak akan ditinggalkan.
  3. Mengajarkan Resolusi Konflik Positif
    Anak perlu memahami bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun harus diselesaikan atau dihadapi dengan tenang dan penuh solusi.
  4. Mencari Bantuan Profesional
    Ada kalanya konflik dalam keluarga menimbulkan dampak besar pada anak sehingga membutuhkan dukungan dari psikolog agar kesehatan mentalnya tetap terjaga.

Pertengkaran orang tua di depan anak bukan sekadar masalah rumah tangga, tetapi juga ancaman serius bagi perkembangan mental anak. Dengan kesadaran dan usaha bersama, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, penuh kasih, dan mendukung tumbuh kembang anak secara sehat.

Jika Anda ingin melakukan konsultasi seputar Kesehatan Mental Anak di RS Rapha Theresia Jambi, silakan hubungi Customer Service kami di (0741) 3620 888 atau melalui WhatsApp di (0811) 7813 888 untuk pendaftaran dan informasi selengkapnya.


Punya pertanyaan seputar Layanan dan Fasilitas RS Rapha Theresia Jambi? Yuk tinggalkan pesan di kolom komentar untuk ditanggapi tim dokter kami!


Berita Lainnya

Tentang Kami

Solusi kesehatan masyarakat Jambi yang memprioritaskan keselamatan pasien melalui pelayanan EMPATIK dan berkualitas tinggi

Lebih Lanjut
="WhatsApp"